Pengalaman Persatuan di Gereja Mula-mula

Indonesian
(Kisah 1-5, 2 Korintus 9)
Year: 
2018
Quarter: 
4
Lesson Number: 
6

 

 

 

 

Pelajaran 5

Pengalaman Persatuan di Gereja Mula-mula

(Kisah 1-5, 2 Korintus 9)

 

                                                          

Pendahuluan: Dikala saudara menghendaki suatu pekerjaan terselesaikan, apakah saudara melihat bagaimana pekerjaan itu dilakukan pada masa lalu? Ataukah, saudara mencari gagasan inovatif agar hasil yang saudara capai lebih baik? Seringkali kita mengabaikan pelajaran dari sejarah masa lalu. Minggu ini pelajaran kita adalah perpaduan antara kuasa, kekayaan, dan persatuan dalam gereja mula-mula. Pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari sejarah? Mari kita gali pelajaran Alkitab kita untuk memperoleh pelajarannya!

 

  1.        Perpecahan

 

    1.       Baca Kisah 1:3-6. Apa yang dikehendaki murid-murid? (Mereka ingin agar Israel memiliki kuasa politik dan militer cukup untuk melawan kuasa Roma)

 

    1.       Baca Kisah 1:7-9. Apakah ini berita yang Yesus ingin mereka sebarkan setelah Ia kembali ke surga?

 

    1.       Fokus kepada Kisah 1:8. Mereka meminta kuasa politik dan militer. Kuasa apakah yang Yesus bicarakan dalam responsNya kepada mereka? (Yesus berbicara kepada dalam istilah kuasa sebenarnya: kuasa oleh Roh Kudus.)

 

      1.       Apakah yang disarankan perihal Roh Kudus dan persatuan? Yesus dan para muridnya tidak memiliki persatuan dalam tujuan mereka. (Roh Kudus adalah kuasa dibalik persatuan dalam Gereja.)

 

      1.       Seberapa pentingnyakah Roh Kudus dalam situasi ini? (Jika saya adalah Yesus, saya akan terpukul dan sangat tidak senang atas pertanyaan ini. Ini terlihat seolah para murid tidak belajar apa-apa. Yesus mengandalkan Roh Kudus untuk memperbaiki masalah serius ini.)

 

        1.       Apakah pelajaran perpecahan ini relevan pada masa kini?

 

  1.       Jalan menuju persatuan

 

    1.       Baca Kisah 1:12-14. Apakah subyek dari doa-doa mereka? (Oleh sebab Yesus mengatakan kepada mereka dalam Kisah 1:4-5 bahwa mereka harus menunggu baptisan Roh Kudus, menurut saya ini adalah subyek doa mereka.)

 

    1.       Baca Kisah 2:1-4. Mengapa bunyi tiupan angin keras dan api itu penting? (Bayangkanlah saudara ada disana! Ini adalah kuasa yang sangat besar. Angin yang hebat adalah kuasa. Api adalah kuasa. Mereka menginginkan kuasa dan Yesus memberikannya kepada mereka – namun dalam cara berbeda dari yang mereka harapkan.)

 

 

 

 

 

 

 

      1.       Apakah semestinya mereka mengharapkan kuasa yang seperti ini? (Pertimbangkanlah kuasa yang Yesus tunjukkan selama Ia berada bersama mereka di dunia. Inilah kuasa yang Yesus gunakan. Para muridNya baru mulai menyadari pelajaran ini.)

 

    1.       Baca Kejadian 11:5-7. Ingat kembali pelajaran kita mengenai cerita dari Menara Babel. Kita pelajari bagaimana orang-orang itu bersatu untuk menolak Allah. Apakah yang Allah katakan mengenai kuasa dari bahasa Universal? (Tiada yang mustahil.)

 

      1.       Apakah saudara melihat hubungan antara Pentakosta dan Menara Babel? (Allah sedang membalikkan apa yang diperbuatNya sebelumnya. Saat ini persatuan dibutuhkan untuk memajukan Kerajaan Allah.)

 

      1.       Mengapa para misionaris masa kini perlu mempelajari bahasa asing?

 

    1.       Apakah bahan-bahan yang digunakan untuk kuasa dan persatuan di gereja mula-mula? (Suatu keinginan untuk kuasa. Doa yang dilayangkan untuk kuasa Roh Kudus. Datangnya kuasa itu.)

 

      1.       Jika kita memiliki konflik serius di Gereja, apakah ini suatu bukti bahwa kita kekurangan kuasa Roh Kudus yang cukup?

 

  1.      Menjaga Persatuan

 

    1.       Baca Kisah 4:32-35. Seberapa dalamkah pekerjaan persatuan itu? (Itu bahkan mencapai tabungan mereka!)

 

    1.       Baca Kisah 4:36-37. Apakah Barnabas penting pada pekerjaan gereja nantinya? (Tentu saja! Kita akan pelajari mengenainya pada bagian terakhir seri ini.)

 

    1.       Baca Kisah 5:1-2. Apakah wajar untuk menyisihkan sebagian dari uang saudara?

 

      1.       Sebagian orang menamai masalah ini sebagai “keserakahan.” Dapatkah saudara menginginkan apa yang sudah menjadi milik saudara?

 

    1.       Baca Kisah 5:3-4. Apakah letak permasalahannya? (Bahwa Ananias dan Safira berbohong mengenainya.)

 

      1.       Mengapa mereka berbohong? (Mereka ingin terlihat sedermawan Barnabas! Ini merupakan representasi yang salah dari karakter mereka. Mungkin disinilah keserakahan itu timbul – mereka menginginkan reputasi Barnabas.)

 

      1.       Bagaimana Petrus dapat mengatakan bahwa Ananias berbohong kepada Allah? (Kita tahu bahwa Allah mengetahui segala hal. Allah tidak dapat dibohongi dalam perkara ini.)

 

 

 

 

 

 

 

        1.       Jika memang mustahil untuk membohongi Allah, apakah maksud perkataan Petrus? (Ananias tidak memiliki pengertian yang benar atas kuasa Allah. Ia percaya bahwa Roh Kudus tidak akan tahu. Jika tidak demikian, makan perkataan Petrus tidak akan masuk akal.)

 

          1.      Apakah ini juga isu pertikaian pada masa kini? Satu (atau kedua) belah pihak tidak memahami kuasa Allah?

 

    1.       Baca Kisah 5:5-6. Mengapa hal ini terjadi? Apakah “ketakutan besar” yang meraih gereja mula-mula adalah bagian dari rencana untuk menjaga persatuan?

 

    1.       Baca Kisah 5:7-9. Bagaimana ini merupakan “percobaan” atas Roh Kudus? (Sekali lagi, terlihat bahwa Safira tidak mengerti kuasa Roh Kudus. Ia “mencobai” Dia dengan berasumsi bahwa Roh Kudus dapat dibohongi.)

 

    1.       Baca Kisah 5:10-11. Ayat ini membuat jelas “ketakutan besar” meraih “seluruh gereja dan seluruh yang mendengarkannya.” Apakah ada pelajaran yang dapat kita gunakan untuk asa kini?

 

      1.       Perlukah semua orang yang meragukan kuasa Roh Kudus ketakutan? Perlukah kita menghukum pemberontak? Haruskah kita membiarkan agar Roh Kudus yang menghukum mereka?

 

    1.       Mari kita kembali melihat isu keserakahan dan persatuan. Meski saya tidak percaya bahwa dosa Ananias dan Safira adalah keserakahan mereka atas uang mereka, kita mendiskusikan menginginkan reputasi Barnabas. Ketika saudara memikirkan masalah persatuan yang saudara perhatikan dalam gereja, berapa dari masalah itu yang melibatkan orang yang menginginkan kuasa dan otoritas dari pemimpin-pemimpin dalam gereja?

 

      1.       Bagaimana hal ini mewujudkan diri sendiri? Apakah keserakahan untuk berpikir bahwa seharusnya saudara yang membuat keputusan gantinya pemimpin gereja?

 

  1.      Menjaga Harta Benda

 

    1.       Jika saudara memikirkan Ananias dan Safira, mereka memiliki dua sisi permasalahanMereka menginginkan reputasi untuk kedermawanan, namun mereka juga ingin menahan uang merekaApakah mungkin untuk melakukan keduanya? Apakah secara sia-sia berbohong dan kemudian mati? (Baca 2 Korintus 9:6. Hal ini menjelaskan pada kita bahwa jika kita dermawan, maka kita akan diberkati secara keuangan. Tidaklah mustahil untuk dermawan dan kaya, ini adalah kehendak Allah.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1.       Baca 2 Korintus 9:7-9. Ananias dan Safira memberikan apa yang mereka putuskan akan diberikan. Apakah mereka “gembira” oleh keputusan itu? (Mereka berpikir bahwa dengan salah merepresentasikan hadiah mereka secara benar dapat membuat mereka merasa lebih baik.)

 

    1.       Baca Matius 6:2-4. Apakah Barnabas berdosa? Hadiahnya dicatat (Kisah 4:36-37) agar kita semua dapat melihatnya!

 

      1.       Jika proses memberi pada jaman gereja mula-mula menggunakan sistim anonim, akankah Ananias dan Safira mendapat masalah? (Jika sistem pemberian anonim dijalankan, mereka tidak akan tergoda untuk bersaing dengan orang lain, seperti dengan Barnabas.)

 

      1.       Apakah gereja-gereja dan instansi nirlaba agama lainnya melanggar Matius 6:3-4? (Kita melihatnya setiap waktu. Gereja lokal saya tidak melakukannya, namun Andrews University memampang nama saya, dengan membuat nama saya di plakat di tempat saya mengajar, Billy Graham juga namanya terpampang sebagai donor di pusat yang dibangunnya. Sebenarnya, saya dapat mengkontrol ini, namun saya tidak dan tidak mau melakukannya!)

 

        1.       Apakah praktek memampang nama penyumbang mengabaikan persatuan? Apakah saudara seperti Ananias dan Safira, yang menginginkan agar nama saudara terpampang bersama kelas penyumbang tertentu?

 

      1.       Apakah saya membesar-besarkan masalah yang wajar terjadi ini? Apakah Yesus berkata (Matius 6:2-4) bahwa adalah dosa untuk menjadi penyumpang dengan profit tinggiAtaukah, Ia hanya menyebutkan bahwa terpampangnya nama saudara adalah upah saudara?

 

    1.       Menurut saya kita sepertinya memiliki pandangan yang terputar atas memberi. Baca 2 Korintus 9:10-11 dan baca kembali Matius 6:4. Apakah yang akan terjadi kepada saudara jika saudara memberi secara anonim? (Allah akan memberi saudara “kekayaan dalam segal cara.”)

 

      1.       Menurut saudara apakah orang lain akan memperhatikan upah yang saudara dapatkan? (Tentu saja.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    1.       Sahabat, apakah saudara melihat bagaimana manusia melakukan suatu hal secara mundurPara murid menginginkan politik dan kuasa militer. Allah memberikan mereka sesuatu yang lebih besar, kuasaNYa, kuasa melalui Roh Kudus. Ananias and Safira menginginkan reputasi kedermawanan, namun tidak ingin menjadi lebih miskin. Allah menjanjikan bahwa semakin dermawan kita, makan kita akan semakin kaya. Sahabat, ini sama seperti dibenarkan oleh iman. Saudara harus membiarkan Allah memberimu kuasa, reputasi dan uang, dan bukan mencoba untuk membuatnya terjadi dengan usaha sendiri. Maukah saudara membiarkan Allah memberkati saudara?

 

 

V.      Minggu depan: Gambaran-gambaran Persatuan